Helloo.. Gonna posting about my journey to Green Canyon,
Pangandaran, Jawa Barat. That was an Amazing journey.
Semua orang tau
Indonesia punya alam yang indah buat di explore and I am just one of those
people who want to explore the beauty of Indonesia. Here is one of my journey..
Tanggal 17 Mei
2013 jam 10.00 bareng temen-temen kantor (Evi, Retno, Titin, Tuti, Ata, Shinta,
Feby) kita berangkat naik ELF dari Jakarta, Plaza Slipi Jaya. Bukan cuma kita
berdelapan aja, ada rombongan lain juga, karna kita nebeng rombongan BPI
(BackPacker Indonesia) kalau ditotal jadi ada 24 orang, 1 ELF 1 Luxio. Perjalan
dari Jakarta ke Pangandaran ternyata panjang dan di Kabupaten Pangandarannya
sendiri jalanannya rusak parah. Dengan jalanan rusak super parah itu gue duduk
di ELF paling belakang, udah macem naik kuda kepental-pentalnya.
Kita sampe Pangandaran pagi jam 8, berarti butuh 10 jam perjalan
dan langsung menuju base camp Xala-Xali yang nyediain peralatan untuk body
rafting. Disana kita mandi, beberes dan siap-siap buat body rafting. This how
we look like. :D
 |
| The Eight Team |
 |
| The Eight team naik mobil bak' |
Dari base camp kita naik mobil bak (pick-up) menuju starting point
body rafting, dengan kondisi jalanan yang lebih parah lagi, dan itu pun kalau
bisa disebut jalan, actually it’s an off-road track of a hill. Persis kayak
lagunya ninja hotaro deh “mandaki gunung lewati lembah, sungai mengalir indah
ke samudra, bersama teman berpetualang”
Perjalanan naik mobil bak cuma sampai di bukit kecil gitu, dan
harus disambung jalan untuk sampai ke sungainya. Tapi sebelum jalan, diatas
bukit kita berdoa dulu dan dikasih wejangan sama Pak Yayan untuk tidak bicara
sembarangan dan menantang alam. By the way Pak Yayan adalah pemandu kita dari
Xala-Xali, he is a good man. Dan teteup nggak lupa foto dulu :D
 |
| The Whole Team |
 |
| Tracking |
Body rafting green canyon ini sebenernya dilakukan di sungai
Cijulang, sungai ini namanya sama kayak kecamatannya, Kecamatan Cijulang. Waktu
di mobil bak sempet ngobrol sama Pak Yayan, kenapa Pangandaran daerah wisata
yang terkenal gini, jalannya jelek banget dan Pak Yayan pun cerita kalau
ternyata saat masih jadi bagian dari Ciamis, daerah Pangandaran dan Ciamis
selatan itu kurang diperhatikan pembangunannya, padahal menurut Pak Yayan
penghasilan Pangandaran dari pariwisata dan penambangan pasir besi cukup
memberikan pemasukan ke pemerintah daerah, sampai pada akhirnya Pangandaran
memutuskan memisahkan diri dari Ciamis dan membentuk Kabupaten sendiri, dan Pak
Yayan juga cerita kalau mereka sempat mogok dan menghentikan pasokan pasir
besi, dan menuntut untuk dilakukan perbaikan jalan di daerah Pangandaran. Itu
sebabnya di sepajang jalan kita menuju bukit banyak kendaraan-kendaraan besar
buat benerin jalan. Good move Pangandaran!
Diawal perjalan nggak terlalu berat medannya, sungainya arus
medium dan nggak terlalu banyak jeram. Lebih seru kalau bisa berenang, karna
bisa jalan sendiri, kalau yang nggak bisa berenang disuruh bentuk formasi dan
di seret sama salah satu instruktur kita. Gue sih lebih sering jalan sendiri,
walaupun ga jago-jago amat berenangnya. Semakin lama tracknya makin berat,
jeramnya makin banyak, dan banyak jeram yang nggak bisa dilewatin jadi kita harus
menyusurin tepi sungai dan lewat di bebatuan pinggir sungai, that was not as
easy as it said. Karna bergerak di air itu melelahkan dan jalan di pinggir
lewat bebatuan licin itu berbahaya. Death just one step away from you, fall in
to rocks. You are exhausted, yet have to be careful.
 |
| Bentuk formasi |
Ditengah perjalanan kita ketemu jeram yang namanya jeram setan,
disana kita di tawarin kalau yang berani bisa lewat jeramnya, kalau nggak
berani boleh lewat pinggir, lewat bebatuan. Dengan mental ga mau rugi, udah
jauh-jauh dari Jakarta dengan perjalanan 10 jam, gue pun memutuskan untuk lewat
jeram, keputusan yang nggak pernah gue sesali. Because it was FUN. Waktu lewat
jeram setan itu gue nggak tau berapa liter air yang gue minum dan itu nggak
bisa dihindari karna airnya nampar-nampar ke muka dan gue sempat tenggelam. Ohh
well.. banyak minum air sungai warna coklat ternyata nggak bikin lo mati kok..
I proved it ;p
 |
| Panic |
 |
| I'm Drowning :'( |
Perjalanan lanjut, dan kita sempat berhenti buat istirahat
sebentar buat makan roti dan beberapa biskuit yang memang sengaja dibawa buat
bekal, isi energi dulu. Dan sampahnya di bungkus lagi dan di bawa pulang, kita
ke sana buat ngeliat indahnya green canyon bukan buat ngotorin. Where ever you
go, keep it clean and make sure you leave nothing but foot step, bring nothing
but picture.
 |
| gue dimanapun teteup sadar kamera :p |
 |
| Jump in to the water |
 |
| Banci kamera in action ;p |
 |
| Look at the lovely little rainbow :') |
Dan akhirnya kita sampai di wisata Green Canyon Indonesia. When I
got there I can feel its greatness, so
this is Green Canyon. From where I stand I can see a very beautiful sight. Gue
ngeliat batu-batu besar di tepi sungai, air menetes dari akar-akar tumbuhan
yang bergelantungan di atas, airnya seger banget dan bening! Ditambah cahaya
matahari yang menembus di sela-sela tebing, that was beautiful for sure! Dan waktu
gue ngeliat ke atas, gue bisa melihat butiran-butiran air menetes dalam gerak
lambat. Cantik!
 |
| ini bukan hujan |
 |
| where I jump |
Saat di Green Canyon itu gue baru menyadari, selama jalan di
bebatuan, selama berenang di air sungai, selama melewati bermacam jeram, gue
menggantungkan hidup gue pada orang lain, a completely stranger. I accept a
stranger hand and give my hand to a stranger, just for one thing. To keep our
life safe. Because there in the green canyon, death is only one step away, one
wrong step. So this is what traveling does to me, teach me to believe in strangers.
Dan di ujung perjalanan Green Canyon ada batu setinggi 5 meter
yang dijadiin tempat loncat, dan tanpa ragu gue pun ikut ngantri buat loncat. Dan
yang aneh gue nggak merasa takut sama sekali, I’m just so excited.
And Yes, I jumped. How was it feels? Amazing.
When I jumped, I could hear my own heart beat, and I just thought one thing ‘I jump’ and all my worries about life disappear, I’m just worried
about my jump. I still remember when I was in the air, it feels great.
That jump end the journey.
 |
| back to base camp, macem naik kapal di hutan kalimantan >,< |
Kita balik menuju base camp pake kapal, kapalnya berhenti tepat di
depan base camp Xala-Xali. Kita mandi, beres-beres makan terus check-in ke home
stay di daerah batu karas. Yes, the famous batu karas.
Malemnya kita barbeque alias makan ikan bakar di tepi pantai batu
karas dengan api unggun. Quite romantic.
 |
| BBQ di batu karas |
Besok Paginya kita bangun sebelum subuh, jam setengah 4 pagi, dan
berjibaku ke pantai Madasari yang lumayan jauh dari home stay, 1 jam perjalanan
demi SunRise. Dan semua pengorbanan bangun pagi itu terbayarkan dengan semua
foto-foto cantik yang kita dapet. Fair enough!
 |
| This picture was taken by me, that's why there is no me T_T |
 |
| beautiful sun rise |
 |
| My silhouette |
 |
| Our shadow |
 |
| The Sun in my hand |
 |
| this is what I see up there at Madasari, Horizon |
 |
| beautiful sun rise |
 |
| Madasari |
 |
| Macem girl band XD |
 |
| diatas tebing pantai Madasari, Pangandaran |
Dan siangnya kita balik ke Jakarta dengan kesialan karna kena
macet dua kali dan harus menempuh waktu perjalanan 13 jam. Besok paginya kita
berdelapan harus ngantor dengan bentuk macem zombie.
But over all, It was an amazing journey.
Special thanks to Back Packer Indonesia, Tri and Randi.
Note:
Setelah bodyrafting badan gue rasanya kayak abis diinjek badak. An
awful after effect of body rafting. Dan baru hilang setelah 3 hari. Sebaiknya kalau
mau body rafting beberapa hari sebelumnya dibiasin olah raga dulu.
that's amazing trip
ReplyDeleteCiieeeee.. yang abis dari green canyonn..
ReplyDeletepengalaman luarrr biasa kawannn... *buat aku sihh.. :P
secara baru pertama kali nyebur sungaii.. hahhaha
pengen lagi euyy.. :D
ciee ciee.. sapa ya ini?
Deletehahahaaha
ihh masa baru pertama nyebur sungai sih, kesian..
hahaha
bener-bener luar biasa :)
ReplyDeleteApanya Yg luar biasa epi?
DeleteAku yg luar Biasa??
Hahahahaha