Sunday, May 26, 2013

GREEN CANYON, Pangandaran 18-19 Mei 2013


Helloo.. Gonna posting about my journey to Green Canyon, Pangandaran, Jawa Barat. That was an Amazing journey.
Semua orang tau Indonesia punya alam yang indah buat di explore and I am just one of those people who want to explore the beauty of Indonesia. Here is one of my journey..

Tanggal 17 Mei 2013 jam 10.00 bareng temen-temen kantor (Evi, Retno, Titin, Tuti, Ata, Shinta, Feby) kita berangkat naik ELF dari Jakarta, Plaza Slipi Jaya. Bukan cuma kita berdelapan aja, ada rombongan lain juga, karna kita nebeng rombongan BPI (BackPacker Indonesia) kalau ditotal jadi ada 24 orang, 1 ELF 1 Luxio. Perjalan dari Jakarta ke Pangandaran ternyata panjang dan di Kabupaten Pangandarannya sendiri jalanannya rusak parah. Dengan jalanan rusak super parah itu gue duduk di ELF paling belakang, udah macem naik kuda kepental-pentalnya.
Kita sampe Pangandaran pagi jam 8, berarti butuh 10 jam perjalan dan langsung menuju base camp Xala-Xali yang nyediain peralatan untuk body rafting. Disana kita mandi, beberes dan siap-siap buat body rafting. This how we look like. :D

The Eight Team
The Eight team naik mobil bak'


Dari base camp kita naik mobil bak (pick-up) menuju starting point body rafting, dengan kondisi jalanan yang lebih parah lagi, dan itu pun kalau bisa disebut jalan, actually it’s an off-road track of a hill. Persis kayak lagunya ninja hotaro deh “mandaki gunung lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudra, bersama teman berpetualang”
Perjalanan naik mobil bak cuma sampai di bukit kecil gitu, dan harus disambung jalan untuk sampai ke sungainya. Tapi sebelum jalan, diatas bukit kita berdoa dulu dan dikasih wejangan sama Pak Yayan untuk tidak bicara sembarangan dan menantang alam. By the way Pak Yayan adalah pemandu kita dari Xala-Xali, he is a good man. Dan teteup nggak lupa foto dulu :D
The Whole Team
Tracking
Body rafting green canyon ini sebenernya dilakukan di sungai Cijulang, sungai ini namanya sama kayak kecamatannya, Kecamatan Cijulang. Waktu di mobil bak sempet ngobrol sama Pak Yayan, kenapa Pangandaran daerah wisata yang terkenal gini, jalannya jelek banget dan Pak Yayan pun cerita kalau ternyata saat masih jadi bagian dari Ciamis, daerah Pangandaran dan Ciamis selatan itu kurang diperhatikan pembangunannya, padahal menurut Pak Yayan penghasilan Pangandaran dari pariwisata dan penambangan pasir besi cukup memberikan pemasukan ke pemerintah daerah, sampai pada akhirnya Pangandaran memutuskan memisahkan diri dari Ciamis dan membentuk Kabupaten sendiri, dan Pak Yayan juga cerita kalau mereka sempat mogok dan menghentikan pasokan pasir besi, dan menuntut untuk dilakukan perbaikan jalan di daerah Pangandaran. Itu sebabnya di sepajang jalan kita menuju bukit banyak kendaraan-kendaraan besar buat benerin jalan. Good move Pangandaran!

Diawal perjalan nggak terlalu berat medannya, sungainya arus medium dan nggak terlalu banyak jeram. Lebih seru kalau bisa berenang, karna bisa jalan sendiri, kalau yang nggak bisa berenang disuruh bentuk formasi dan di seret sama salah satu instruktur kita. Gue sih lebih sering jalan sendiri, walaupun ga jago-jago amat berenangnya. Semakin lama tracknya makin berat, jeramnya makin banyak, dan banyak jeram yang nggak bisa dilewatin jadi kita harus menyusurin tepi sungai dan lewat di bebatuan pinggir sungai, that was not as easy as it said. Karna bergerak di air itu melelahkan dan jalan di pinggir lewat bebatuan licin itu berbahaya. Death just one step away from you, fall in to rocks. You are exhausted, yet have to be careful.
Bentuk formasi
Ditengah perjalanan kita ketemu jeram yang namanya jeram setan, disana kita di tawarin kalau yang berani bisa lewat jeramnya, kalau nggak berani boleh lewat pinggir, lewat bebatuan. Dengan mental ga mau rugi, udah jauh-jauh dari Jakarta dengan perjalanan 10 jam, gue pun memutuskan untuk lewat jeram, keputusan yang nggak pernah gue sesali. Because it was FUN. Waktu lewat jeram setan itu gue nggak tau berapa liter air yang gue minum dan itu nggak bisa dihindari karna airnya nampar-nampar ke muka dan gue sempat tenggelam. Ohh well.. banyak minum air sungai warna coklat ternyata nggak bikin lo mati kok.. I proved it ;p
Panic

I'm Drowning :'(

Perjalanan lanjut, dan kita sempat berhenti buat istirahat sebentar buat makan roti dan beberapa biskuit yang memang sengaja dibawa buat bekal, isi energi dulu. Dan sampahnya di bungkus lagi dan di bawa pulang, kita ke sana buat ngeliat indahnya green canyon bukan buat ngotorin. Where ever you go, keep it clean and make sure you leave nothing but foot step, bring nothing but picture.
gue dimanapun teteup sadar kamera :p
Jump in to the water
Banci kamera in action ;p
Look at the lovely little rainbow :')

Dan akhirnya kita sampai di wisata Green Canyon Indonesia. When I got there I can  feel its greatness, so this is Green Canyon. From where I stand I can see a very beautiful sight. Gue ngeliat batu-batu besar di tepi sungai, air menetes dari akar-akar tumbuhan yang bergelantungan di atas, airnya seger banget dan bening! Ditambah cahaya matahari yang menembus di sela-sela  tebing, that was beautiful for sure! Dan waktu gue ngeliat ke atas, gue bisa melihat butiran-butiran air menetes dalam gerak lambat. Cantik!
ini bukan hujan


where I jump
Saat di Green Canyon itu gue baru menyadari, selama jalan di bebatuan, selama berenang di air sungai, selama melewati bermacam jeram, gue menggantungkan hidup gue pada orang lain, a completely stranger. I accept a stranger hand and give my hand to a stranger, just for one thing. To keep our life safe. Because there in the green canyon, death is only one step away, one wrong step. So this is what traveling does to me, teach me to believe in strangers.
Dan di ujung perjalanan Green Canyon ada batu setinggi 5 meter yang dijadiin tempat loncat, dan tanpa ragu gue pun ikut ngantri buat loncat. Dan yang aneh gue nggak merasa takut sama sekali, I’m just so excited.
And Yes, I jumped. How was it feels? Amazing.
When I jumped, I could hear my own heart beat, and I just thought one thing ‘I jump’ and all my worries about life disappear, I’m just worried about my jump. I still remember when I was in the air, it feels great.
That jump end the journey.
back to base camp, macem naik kapal di hutan kalimantan >,<

Kita balik menuju base camp pake kapal, kapalnya berhenti tepat di depan base camp Xala-Xali. Kita mandi, beres-beres makan terus check-in ke home stay di daerah batu karas. Yes, the famous batu karas.
Malemnya kita barbeque alias makan ikan bakar di tepi pantai batu karas dengan api unggun. Quite romantic.
BBQ di batu karas

Besok Paginya kita bangun sebelum subuh, jam setengah 4 pagi, dan berjibaku ke pantai Madasari yang lumayan jauh dari home stay, 1 jam perjalanan demi SunRise. Dan semua pengorbanan bangun pagi itu terbayarkan dengan semua foto-foto cantik yang kita dapet. Fair enough!
This picture was taken by me, that's why there is no me T_T

beautiful sun rise

My silhouette

Our shadow

The Sun in my hand

this is what I see up there at Madasari, Horizon

beautiful sun rise
Madasari

Macem girl band XD

diatas tebing pantai Madasari, Pangandaran

Dan siangnya kita balik ke Jakarta dengan kesialan karna kena macet dua kali dan harus menempuh waktu perjalanan 13 jam. Besok paginya kita berdelapan harus ngantor dengan bentuk macem zombie.
But over all, It was an amazing journey.
Special thanks to Back Packer Indonesia, Tri and Randi.

Note:
Setelah bodyrafting badan gue rasanya kayak abis diinjek badak. An awful after effect of body rafting. Dan baru hilang setelah 3 hari. Sebaiknya kalau mau body rafting beberapa hari sebelumnya dibiasin olah raga dulu.

5 comments:

  1. Ciieeeee.. yang abis dari green canyonn..
    pengalaman luarrr biasa kawannn... *buat aku sihh.. :P
    secara baru pertama kali nyebur sungaii.. hahhaha
    pengen lagi euyy.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ciee ciee.. sapa ya ini?
      hahahaaha

      ihh masa baru pertama nyebur sungai sih, kesian..
      hahaha

      Delete
  2. Replies
    1. Apanya Yg luar biasa epi?
      Aku yg luar Biasa??
      Hahahahaha

      Delete